Langsung ke konten utama

MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM


JANGAN MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM (TAKFIR) !!!

Menuduh saudara muslim dengan kalimat kafir merupakan musibah besar bagi pelakunya. Karena tuduhan tersebut akan kembali kepada penuduhnya sendiri. Naudzubillah..



Munculnya pemboman, teror, dan pembunuhan adalah akibat dari mengkafirkan,

Karena jika sudah dianggap kafir berarti mereka halal darah dan hartanya, sehingga islam terkesan sebagai agama teroris yang tidak mengenal kasih sayang. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan bahaya mengkafirkan seorang muslim, beliau bersabda :

أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرَ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ

“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya,”Hai Kafir” Maka akan kembali pada salah satunya, jika yang divonisnya itu benar (maka sudah jelas), dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya.” (HR Bukari dan Muslim),

Sabda Rasulullah j :

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوقِ وَلاَ يَرْمِيهِ بِالْكُفْرِ إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ (رواه البخاري رقم 5585( 
“Tidaklah seseorang menuduh kepada orang lain dengan kefasikan (dosa besar) atau dengan kekufuran, kecuali tuduhan itu kembali akan kepada si penuduh, jika yang dituduh tidak sesuai dengan tuduhannya” (HR al-Bukhari No 5585 dari Abu Dzarr),

Rasulullah j juga bersabda tentang tuduhan syirik :

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ وَكَانَ رِدْئًا لِلإِسْلاَمِ غَيَّرَهُ إِلَى مَا شَاءَ اللهُ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسَّيْفِ وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ قَالَ قُلْتُ يَانَبِيَّ اللهِ أَيُّهُمَا أَوْلَى بِالشِّرْكِ الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِي؟ قَالَ بَلِ الرَّامِي (رواه ابن حبان رقم 81 عن حذيفة(

“Sungguh yang paling Aku takutkan bagi kalian adalah seseoarang yang membaca al-Quran, sehingga ketika keagungannya terlihat pada dirinya dan ia membela Islam, maka ia merubahnya sesuai yang dikehendaki Allah. Kemudian ia menggantinya dan melemparkannya ke belakangnya, dan ia berjalan di depan tetangganya dengan membawa pedang dan menuduhnya dengan kesyirikan. Hudzaifah bertanya: Wahai Nabi, siapakah dari keduanya yang lebih layak dengan syirik, orang yang dituduh atau penuduh? Rasulullah menjawab: Yaitu penuduh tersebut” (HR Ibnu Hibban No 81 dari Hudzaifah),

Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN RUH ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

PERTEMUAN RUH ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA DENGAN RUH ORANG YANG MASIH HIDUP DI ALAM MIMPI Para ulama menegaskan bahwa hal ini bisa terjadi.  Ruh orang yang telah meninggal  bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi. Berikut beberapa keterangan mereka, antara lain : 1.    Tafsir surat Az-Zumar ayat 42 : اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”  (QS. Az-Zumar : 42) Diriwayatkan dari Said bin Jubair, da...