Langsung ke konten utama

PUASA SYAWWAL

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal

https://chat.whatsapp.com/JkPy2NGgXgUAkjisf4IKfM

Salah satu keutamaan puasa enam hari di bulan Syawwal pahalanya setara dengan puasa selama satu tahun. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadits shahih.

"مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ" رواه مسلم

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian menyusulinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti dia berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)


Berikut ini lafal niat puasa Syawwal.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhita‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”

Kenapa puasa Syawwal bisa bernilai berpuasa setahun?

Para ulama memberikan alasan,
“Karena setiap kebaikan akan dibalas dengan 10 kali kebaikan yang semisal”

مَن جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا  ۖ  وَمَن جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ۞

“Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya akan dibalas sepuluh kali lipat semisal amalnya” [QS Al-An’am Ayat 160]

Puasa Ramadhan satu bulan penuh akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa. Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawwal akan dibalas dengan 60 hari (2 bulan) kebaikan puasa.

Jika dijumlah,
Maka sama dengan melaksanakan puasa 10 bulan + 2 bulan = 12 bulan.

Itulah mengapa orang yang melakukan puasa Syawal bisa mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.

Sebagaimana dijelaskan pada hadits Tsauban berikut ini,

عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا رواه ابن ماجه والنسائي

Dari Tsauban maula (mantan budak) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

*“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah hari raya ‘Idul Fithri, maka itu menjadi penyempurna puasa satu tahun. [Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya].

Sayyid Bakri bin Sayyid Syatha Dimyathi menjelaskan :

(واتصالها بيوم العيد أفضل) أي من عدم اتصالها به ولكن يحصل أصل السنة بصومها غير متصلة به كما يحصل بصومها غير متتابعة بل متفرقة في جميع الشهر

Artinya, “(Menyambung puasa sunah Syawwal dengan hari raya Id lebih utama) daripada tidak menyambung keduanya. Tetapi dengan hanya berpuasa sunnah tanpa menyambungnya dengan hari raya Id sekalipun, keutamaan puasa sunnah Syawwal sudah didapat sebagaimana juga keutamaan itu didapat dengan berpuasa Syawal tanpa berurutan, yaitu terpisah di sepanjang bulan Syawal,” (Lihat Syekh Sayyid Bakri bin Sayyid Syatha Dimyathi, I‘anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425 H-1426 H], juz II, halaman 304)

Kesimpulan Tata Cara Puasa Syawwal

1- Puasa sunnah Syawwal dilakukan selama enam hari
2- Tidak harus dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, melainkan boleh dipertengahan atau diakhirkan selama masih di bulan Syawal.
3- Tidak harus dilakukan secara berurutan
4- Tidak harus menunaikan qodho’ puasa Romadhan terlebih dahulu

Wallohu A’lamu

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN RUH ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

PERTEMUAN RUH ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA DENGAN RUH ORANG YANG MASIH HIDUP DI ALAM MIMPI Para ulama menegaskan bahwa hal ini bisa terjadi.  Ruh orang yang telah meninggal  bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi. Berikut beberapa keterangan mereka, antara lain : 1.    Tafsir surat Az-Zumar ayat 42 : اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”  (QS. Az-Zumar : 42) Diriwayatkan dari Said bin Jubair, da...